Tentang Paroki Santo Stephanus Martir, Curup
Gereja Katolik yang berziarah di Kabupaten Rejang Lebong, Keuskupan Agung Palembang. Menghidupi semangat iman, harapan, dan kasih di tengah keberagaman masyarakat.
Sejarah Berdirinya Paroki Santo Stephanus Martir Curup
Misi pewartaan Injil di dataran tinggi Curup (Rejang Lebong) berakar dari kedatangan para perintis iman dan imam misionaris di Sumatera Bagian Selatan. Pada awalnya, Curup merupakan pos pelayanan stasi yang dikunjungi secara berkala oleh para imam dari Bengkulu dan Palembang.
Seiring bertambahnya keluarga-keluarga Katolik dari suku Jawa (transmigran perkebunan), Batak, Tionghoa, dan warga lokal, kebutuhan akan pelayanan sakramen yang berkelanjutan semakin mendesak. Dengan restu Uskup Keuskupan Agung Palembang, dibukalah paroki mandiri yang berpusat di kota Curup dengan memilih Santo Stephanus Martir sebagai nama pelindung.
Kini, Paroki Curup tidak hanya menaungi umat di pusat kota, tetapi juga mendampingi belasan stasi dan pos pelayanan di perkebunan kopi, sayur, dan lembah perbukitan Rejang Lebong hingga Kabupaten Lebong.


Santo Stephanus Martir: Sang Pelindung Paroki
Santo Stephanus adalah salah satu dari 7 Diakon pertama yang ditahbiskan para Rasul di Yerusalem (Kisah Para Rasul bab 6–7). Ia dikenal sebagai pria yang “penuh iman dan Roh Kudus”, setia melayani orang-orang miskin dan janda-janda tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Karena keberaniannya bersaksi tentang kebangkitan Kristus, ia diseret ke Mahkamah Agama dan dihukum rajam batu hingga wafat di luar gerbang kota Yerusalem, menjadikannya Martir Pertama (Protomartir) dalam sejarah Gereja Katolik.
“Lalu ia berlutut dan berseru dengan suara nyaring: ‘Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!’ Dan dengan perkataan itu ia berpulang.” – Kisah Para Rasul 7:60
Bagi umat Paroki Curup, teladan Santo Stephanus mengajarkan kita untuk tetap teguh bersaksi tentang Kristus, tidak membalas kejahatan dengan kebencian, melainkan senantiasa merangkul sesama dengan pengampunan dan kasih sejati.
Peringatan Hari Raya
26 Desember
Dirayakan meriah setiap tahun sebagai pesta pelindung seluruh umat Paroki Curup.
Struktur Organisasi & Pastoral Paroki
Kepemimpinan pastoral dijalankan oleh Pastor Paroki bersama Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP).
RD. Pastor Paroki Curup
Penggembalaan pastoral umum, pelayanan sakramental, dan reksa pastoral umat.
pastor@parokicurup.org
RP. Pastor Rekan
Pendampingan OMK, SEKAMI, dan reksa pastoral stasi pedalaman.
pastorrekan@parokicurup.org
Dewan Pastoral Paroki (DPP)
Bertanggung jawab menyusun program karya pastoral, pendampingan keluarga, katekese umat, pewartaan Injil, dan pembinaan lingkungan.
Dewan Keuangan Paroki (DKP)
Mengelola administrasi harta benda gereja secara transparan dan akuntabel demi keberlangsungan ibadat dan pemeliharaan gedung gereja pusat & stasi.
Kelompok Kategorial & Komunitas Iman
Ketua OMK St. Stephanus Curup
Koordinator Orang Muda Katolik
Pembina SEKAMI Curup
Koordinator Karya Misioner Anak
Ketua WKRI Ranting Curup
Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia
Ketua Presidium Legio Mariae Curup
Koordinator Doa & Kunjungan Umat
Daftar Wilayah, Lingkungan & Stasi Naungan Paroki
Sebagai paroki di wilayah perbukitan Rejang Lebong, Paroki Curup membina umat yang tersebar di lingkungan pusat kota dan stasi-stasi di pedalaman:
Lingkungan di Pusat Kota Curup
- Lingkungan St. Petrus: Wilayah Sukowati dan sekitarnya
- Lingkungan St. Paulus: Wilayah Pasar Tengah dan Duku
- Lingkungan Sta. Maria: Wilayah Air Rambai dan Tempel Rejo
- Lingkungan St. Yosef: Wilayah Talang Rimbo dan sekitarnya
Stasi-Stasi Naungan Paroki Curup
- Stasi St. Yohanes Rasul: Wilayah Sindang Kelingi
- Stasi Sta. Theresia: Wilayah Padang Ulak Tanding (PUT)
- Stasi St. Fransiskus Asisi: Wilayah Bermani Ulu
- Pos Pelayanan Wilayah Lebong: Kunjungan pastoral bulanan